Beranda » Berita Keuangan

7 Cara Bebas Utang Paylater dan Pinjol Menurut Certified Financial Planner

Pernah merasa cicilan dan pinjol yang awalnya ringan, tiba-tiba jadi beban berat setiap bulan? Situasi ini ternyata dialami jutaan orang di Indonesia.

Berdasarkan data OJK per November 2025, total utang masyarakat Indonesia dari pinjaman online (pinjol) mencapai Rp94,85 triliun, sementara utang paylater menyentuh angka Rp37,44 triliun.

Jika dijumlahkan, totalnya menembus Rp132 triliun. Angka yang fantastis, dan sayangnya terus naik setiap tahun.

Nah, kabar baiknya, kondisi ini bukan jalan buntu. Beberapa Certified Financial Planner (CFP) di Indonesia sudah membagikan strategi konkret untuk keluar dari jerat utang paylater dan pinjol secara realistis.

Simak panduan lengkap dari desapadalarang.com berikut ini agar langkah menuju bebas utang bisa dimulai dari sekarang.

Kenapa Utang Paylater dan Pinjol Bisa Menumpuk Tanpa Disadari?

Kenapa Utang Paylater dan Pinjol Bisa Menumpuk Tanpa Disadari

Sebelum masuk ke solusi, penting untuk memahami akar masalahnya terlebih dahulu. Banyak orang tidak sadar utangnya sudah menumpuk sampai tagihan datang bertubi-tubi.

Ada beberapa penyebab utama yang sering terjadi:

  • Kemudahan akses yang terlalu instan. Hanya butuh beberapa klik, limit pinjaman langsung cair tanpa agunan.
  • Bunga dan denda tersembunyi. Bunga harian pinjol bisa terlihat kecil, tapi jika diakumulasi dalam sebulan, nilainya bisa sangat besar.
  • Kebiasaan gali lubang tutup lubang. Meminjam dari platform A untuk membayar platform B hanya akan memperbesar total utang.
  • Minimnya literasi keuangan. Menurut data OJK, mayoritas peminjam pinjol berasal dari kelompok usia 19 hingga 34 tahun, yaitu generasi Z dan milenial. Kelompok usia ini sering kali belum memiliki perencanaan keuangan yang matang.
  • Lifestyle creep. Pengeluaran naik mengikuti kemudahan fasilitas kredit digital, bukan mengikuti pendapatan.

Jadi, menumpuknya utang bukan selalu soal penghasilan rendah. Terkadang masalahnya ada di pola konsumsi dan minimnya perencanaan.

7 Cara Bebas Utang Paylater dan Pinjol dari CFP

7 Cara Bebas Utang Paylater dan Pinjol dari CFP

Berikut tujuh strategi yang direkomendasikan para Certified Financial Planner untuk keluar dari lilitan utang paylater dan pinjol. Setiap langkah disusun berurutan agar lebih mudah dipraktikkan.

1. Audit Total Utang dan Bunga Berjalan

Langkah pertama sebelum melunasi apa pun adalah mengetahui kondisi sebenarnya. Banyak orang tidak tahu persis berapa total utang yang dimiliki karena tersebar di beberapa .

Caranya cukup sederhana. Buka semua aplikasi paylater dan pinjol, lalu catat dalam satu daftar:

  • Nama platform (Shopee PayLater, , AdaKami, dan lain-lain)
  • Total sisa utang pokok
  • Bunga per bulan atau per hari
  • Tanggal jatuh tempo
  • Status keterlambatan (jika ada)

Dari sini, akan terlihat gambaran utuh soal beban finansial yang sedang dihadapi. Tanpa audit ini, strategi pelunasan hanya akan berjalan di tempat.

2. Prioritaskan Utang dengan Bunga Tertinggi (Metode Avalanche)

Setelah semua utang tercatat, langkah berikutnya adalah menentukan prioritas pelunasan. Metode Avalanche bekerja dengan cara fokus melunasi utang yang memiliki bunga paling tinggi terlebih dahulu, sambil tetap membayar cicilan minimum di utang lainnya.

Baca Juga:  Perbedaan Pinjol dan Pindar Menurut OJK, Jangan Sampai Salah Pilih Platform Pinjaman!

Kenapa metode ini efektif? Karena bunga tinggi adalah “musuh utama” yang membuat total utang terus membengkak. Dengan memangkas sumber bunga terbesar lebih dulu, total beban akan berkurang lebih cepat secara matematis.

Contohnya, jika ada pinjol dengan bunga 0,4% per hari dan paylater dengan bunga 2,95% per bulan, maka pinjol tersebut harus diprioritaskan karena bunga hariannya jauh lebih besar jika diakumulasi.

3. Lunasi Utang Terkecil Dulu untuk Momentum (Metode Snowball)

Berbeda dengan Avalanche, metode Snowball mengutamakan pelunasan utang dengan nominal terkecil terlebih dahulu, tanpa mempedulikan besar kecilnya bunga.

Pendekatan ini lebih cocok bagi yang membutuhkan dorongan psikologis. Setiap satu utang berhasil dilunasi, ada rasa “menang” yang memotivasi untuk melanjutkan ke utang berikutnya. Metode ini terbukti efektif secara perilaku, terutama bagi peminjam dengan banyak akun pinjol atau paylater sekaligus.

Berikut perbandingan kedua metode agar lebih mudah memilih yang sesuai:

Aspek Metode Avalanche Metode Snowball
Fokus utama Utang bunga tertinggi Utang nominal terkecil
Keunggulan Hemat total bunga Motivasi psikologis tinggi
Kekurangan Butuh kesabaran lebih Total bunga bisa lebih besar
Cocok untuk Yang disiplin dan logis Yang butuh momentum cepat
Rekomendasi CFP Keduanya efektif. Pilih sesuai kondisi psikologis dan finansial masing-masing

Kedua metode sama-sama valid. Poinnya adalah pilih satu dan jalankan dengan konsisten.

4. Ajukan Restrukturisasi ke Platform

Kalau kondisi keuangan sudah benar-benar sulit dan tidak mampu membayar cicilan sesuai jadwal, jangan lari dari masalah. Frederica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK, menegaskan bahwa peminjam yang kesulitan bayar sebaiknya langsung menghubungi perusahaan pinjaman untuk mengajukan restrukturisasi, bukan malah menghindar atau berpindah alamat.

Restrukturisasi utang bisa berupa perpanjangan tenor, pengurangan bunga, penyesuaian jadwal cicilan, hingga penghapusan denda keterlambatan. Langkah pengajuannya:

  1. Hubungi customer service platform pinjol atau paylater terkait
  2. Jelaskan kondisi keuangan secara jujur dan terbuka
  3. Ajukan permohonan restrukturisasi secara tertulis
  4. Tunggu proses evaluasi dari pihak platform
  5. Jika disetujui, patuhi jadwal cicilan baru yang disepakati

Penting untuk diingat, opsi ini hanya berlaku untuk platform pinjol dan paylater yang terdaftar dan berizin di OJK. Berdasarkan POJK Nomor 6/POJK.07/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan, setiap pelaku usaha wajib menangani pengaduan konsumen secara profesional dan data ini dapat berubah sesuai kebijakan terbaru dari regulator.

5. Alokasikan Minimal 30% Pendapatan untuk Cicilan

Salah satu prinsip keuangan yang sering direkomendasikan CFP adalah membatasi porsi cicilan utang maksimal 30% dari total pendapatan bulanan. Jika rasio utang sudah melampaui angka ini, artinya kondisi keuangan sudah masuk kategori “tidak sehat.”

Contoh sederhananya: dengan penghasilan Rp5 juta per bulan, idealnya total cicilan tidak boleh lebih dari Rp1,5 juta. Jika lebih dari itu, perlu ada penyesuaian, baik menambah penghasilan maupun memotong pengeluaran non-esensial.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan alokasi cicilan:

  • Terapkan budgeting 50/30/20 (50% kebutuhan, 30% cicilan, 20% /)
  • Pangkas langganan digital yang tidak terpakai
  • Kurangi pengeluaran makan di luar
  • Jual barang-barang yang sudah tidak digunakan (preloved)
  • Cari sumber seperti freelance atau bisnis sampingan

6. Hentikan Semua Pinjaman Baru

Ini terdengar sederhana, tapi justru yang paling sulit dilakukan. Siklus “gali lubang tutup lubang” adalah jebakan paling umum yang membuat utang tidak pernah selesai.

Saat sudah memutuskan untuk bebas utang, langkah yang harus diambil adalah berhenti total mengambil pinjaman baru. Uninstall aplikasi pinjol yang tidak perlu, nonaktifkan fitur paylater di marketplace, dan hapus data dari platform belanja online.

Baca Juga:  Skema Cicilan Shopee PayLater dan Cara Hitung Tagihan Lengkap dengan Simulasi

Dilansir dari berbagai sumber, Ekonom CELIOS Bhima Yudhistira menyatakan bahwa mayoritas utang pinjol masyarakat digunakan untuk konsumsi, sehingga dana tersebut habis begitu saja dan menyisakan bunga yang terus berlipat ganda. Artinya, pinjaman baru untuk kebutuhan konsumtif justru mempercepat jebakan utang.

7. Bangun Dana Darurat Pasca Lunas

Setelah semua utang berhasil dilunasi, jangan langsung merasa “bebas” tanpa proteksi. Banyak orang kembali terjerat pinjol karena tidak punya dana darurat saat menghadapi situasi mendesak.

Para CFP merekomendasikan dana darurat minimal 3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan. Jika pengeluaran per bulan Rp4 juta, maka dana darurat idealnya Rp12 hingga Rp24 juta.

Mulai dari nominal kecil tidak masalah. Yang penting konsisten menabung setiap bulan, bahkan jika hanya Rp200 ribu. Simpan di rekening terpisah yang tidak terhubung dengan aplikasi belanja agar tidak tergoda untuk dipakai.

Hak Konsumen dan Perlindungan OJK Jika Gagal Bayar Pinjol

Banyak yang belum tahu bahwa peminjam pinjol dan paylater legal memiliki hak yang dilindungi oleh regulasi. OJK melalui POJK Nomor 6/POJK.07/2022 menjamin beberapa perlindungan penting.

Hak-hak yang dimiliki konsumen antara lain:

  • Hak atas informasi transparan terkait bunga, denda, dan total kewajiban pembayaran
  • Hak untuk mengajukan restrukturisasi jika mengalami kesulitan finansial
  • Hak untuk mengadukan masalah ke OJK jika platform tidak kooperatif
  • Hak untuk dilindungi dari penagihan tidak beretika seperti intimidasi, ancaman, atau penyebaran data pribadi

OJK juga menegaskan bahwa perusahaan pinjaman wajib memastikan setiap proses penagihan berjalan dengan etika, transparansi, dan menghormati hak konsumen.

Jika mengalami penagihan yang melanggar aturan, pengaduan bisa disampaikan melalui kanal resmi OJK. Jika masalah belum terselesaikan di tingkat perusahaan, konsumen bisa melanjutkan ke Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK) untuk proses mediasi atau arbitrase. Layanan mediasi di LAPS SJK gratis untuk sengketa dengan nilai tuntutan sampai Rp200 juta di bidang pembiayaan dan fintech, berdasarkan ketentuan yang berlaku dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Dampak Utang Pinjol terhadap SLIK OJK (BI Checking)

Ini adalah hal penting yang sering diabaikan. Sejak 31 Juli 2025, berdasarkan POJK Nomor 11 Tahun 2024, OJK resmi mewajibkan seluruh penyelenggara pinjol untuk melaporkan data debiturnya ke Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Artinya, riwayat kredit dari pinjol sekarang tercatat layaknya pinjaman dari .

Berikut kategori skor kolektibilitas di berdasarkan Peraturan OJK Nomor 40/POJK.03/2019:

Skor Status Keterangan
1 Lancar Tidak ada tunggakan, bayar tepat waktu
2 Dalam Perhatian Khusus Menunggak 1 hingga 90 hari
3 Kurang Lancar Menunggak 91 hingga 120 hari
4 Diragukan Menunggak 121 hingga 180 hari
5 Macet Menunggak lebih dari 180 hari

Skor 1 dan 2 umumnya masih dianggap aman oleh lembaga keuangan. Sementara skor 3 sampai 5 akan sangat menyulitkan pengajuan pinjaman baru, KPR, kredit kendaraan, hingga di kemudian hari.

Untuk mengecek skor SLIK secara mandiri, cukup akses layanan iDebku milik OJK. Layanan ini gratis dan bisa dilakukan secara online. Proses verifikasi biasanya selesai dalam 1 hari kerja setelah pengajuan.

Cara memperbaiki skor SLIK yang sudah buruk memang butuh waktu, tapi bukan mustahil. Langkah utamanya: lunasi semua tunggakan, bayar tepat waktu ke depannya, dan cek riwayat kredit secara berkala untuk memastikan data sudah diperbarui.

Tips Mencegah Terjebak Utang Paylater dan Pinjol Lagi

Bebas utang saja tidak cukup. Tanpa perubahan kebiasaan, risiko kembali terjerat akan selalu ada. Berikut beberapa tips preventif yang bisa diterapkan:

  • Bedakan kebutuhan dan keinginan. Sebelum checkout dengan paylater, tanya diri sendiri: “Apakah ini benar-benar mendesak?”
  • Nonaktifkan fitur paylater di semua marketplace. Jika tidak terlihat, tidak akan tergoda.
  • Jangan pernah pinjam untuk kebutuhan konsumtif. Pinjaman hanya wajar untuk hal produktif seperti modal usaha.
  • Cek SLIK secara rutin. Setidaknya 1 hingga 2 kali setahun untuk memantau riwayat kredit.
  • Edukasi diri soal literasi keuangan. Ikuti webinar, baca artikel, atau konsultasi dengan financial planner jika memungkinkan.
Baca Juga:  Perencanaan Keuangan Sama Pentingnya dengan GPS, Ini Cara Memulainya dari Nol Untuk Pemula

Penutup

Bebas utang paylater dan pinjol bukan hal yang mustahil. Dengan strategi yang tepat, mulai dari audit utang, memilih metode pelunasan, mengajukan restrukturisasi, hingga membangun dana darurat, langkah-langkah ini sudah terbukti membantu banyak orang keluar dari jerat utang.

Yang terpenting adalah memulai. Tidak harus sempurna dari awal, tapi harus ada langkah pertama yang diambil hari ini. Jika merasa kewalahan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan financial planner bersertifikat atau menghubungi kanal pengaduan resmi OJK.

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi langkah awal menuju kehidupan finansial yang lebih sehat. Data dan regulasi yang disebutkan dalam artikel ini bersumber dari kanal resmi OJK, AFPI, dan LAPS SJK, serta dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan terbaru dari regulator terkait.


FAQ Seputar Bebas Utang Paylater dan Pinjol

Tidak bisa. Utang dari pinjol legal yang terdaftar di OJK tetap menjadi kewajiban yang harus dibayar. Jika mengalami kesulitan, langkah terbaik adalah mengajukan restrukturisasi langsung ke platform terkait atau menghubungi OJK di Kontak 157 untuk mendapatkan arahan.
Metode Avalanche memprioritaskan pelunasan utang dengan bunga tertinggi untuk menghemat total bunga. Metode Snowball memprioritaskan utang terkecil terlebih dahulu untuk mendapatkan momentum psikologis. Keduanya efektif, tinggal disesuaikan dengan kondisi finansial dan mental masing-masing.
Akses layanan iDebku milik OJK, lalu daftar dengan mengisi data diri dan mengunggah foto KTP. OJK akan memproses permohonan dan mengirimkan hasil laporan SLIK melalui email, paling lambat 1 hari kerja. Layanan ini gratis dan bisa dilakukan secara mandiri.
Ya, sangat mempengaruhi. Sejak Juli 2025, data pinjol sudah masuk ke SLIK OJK. Jika skor kolektibilitas di angka 3 sampai 5 (kurang lancar, diragukan, atau macet), besar kemungkinan pengajuan KPR, kredit kendaraan, hingga KTA akan ditolak oleh bank atau lembaga pembiayaan.
Laporkan melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK) milik OJK atau hubungi Kontak 157. Jika platform pinjol tidak berizin OJK, laporkan juga ke Satgas PASTI melalui situs resmi Waspada Investasi OJK. Untuk mediasi sengketa, bisa menghubungi LAPS SJK di email [email protected] atau telepon (021) 2527700.
Eka Yusmaryani, S.E., CFP®
Tim Redaksi at Desa Keuangan 
 [email protected] 
 Lihat Profil Lengkap

Eka Yusmaryani adalah profesional industri asuransi dengan 15+ tahun pengalaman di Allianz Indonesia, Bank Commonwealth, dan OCBC NISP. Spesialisasinya mencakup asuransi jiwa, asuransi umum, dan bancassurance — termasuk pengalaman langsung mengelola peluncuran produk ke OJK dan campaign nasabah skala nasional. Di Desa Keuangan, Eka menulis konten seputar perlindungan finansial, asuransi, dan manajemen risiko.