Sholat witir merupakan ibadah penutup yang istimewa, seringkali menjadi penutup rangkaian sholat malam, seperti tarawih atau tahajud. Setelah menunaikan sholat witir, ada doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca, sebuah amalan yang menyempurnakan ibadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Doa ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud penghambaan dan harapan akan rahmat-Nya.
Memahami dan melafalkan doa setelah sholat witir memiliki keutamaan tersendiri. Selain melengkapi rukun ibadah, doa ini juga menjadi sarana untuk memohon ampunan, keberkahan, serta perlindungan. Mari kita selami lebih dalam makna dan lafal doa setelah sholat witir, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya.
Keutamaan dan Waktu Sholat Witir
Sebelum membahas lebih jauh tentang doa setelahnya, ada baiknya kita menyegarkan kembali pemahaman tentang sholat witir itu sendiri. Sholat witir adalah sholat sunnah yang dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, minimal satu rakaat dan maksimal sebelas rakaat. Ibadah ini sangat ditekankan dalam Islam, bahkan disebut sebagai "penutup" bagi sholat malam.
Waktu Pelaksanaan Sholat Witir
Waktu pelaksanaan sholat witir memiliki rentang yang cukup fleksibel, memberikan kemudahan bagi umat muslim untuk menunaikannya.
- Setelah Sholat Isya hingga Terbit Fajar: Ini adalah rentang waktu utama untuk menunaikan sholat witir. Artinya, begitu sholat Isya selesai dikerjakan, seseorang sudah bisa melaksanakan sholat witir.
- Akhir Malam Lebih Utama: Meskipun bisa dikerjakan kapan saja setelah Isya, para ulama menganjurkan untuk menunaikannya di akhir malam, setelah sholat tahajud. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang menganjurkan menjadikan sholat witir sebagai penutup sholat malam.
- Sebelum Tidur (Bagi yang Khawatir Tidak Bangun): Bagi yang khawatir tidak terbangun di akhir malam, sholat witir boleh dikerjakan sebelum tidur. Ini adalah bentuk keringanan agar tidak terlewatkan keutamaan sholat witir.
Keutamaan Sholat Witir
Sholat witir memiliki keutamaan yang luar biasa, menjadikannya salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.
- Penutup Sholat Malam: Sholat witir diibaratkan sebagai penutup atau penyempurna sholat malam. Rasulullah SAW bersabda, "Jadikanlah akhir sholat malam kalian dengan witir."
- Dicintai Allah: Sholat witir adalah ibadah yang dicintai Allah SWT, karena Allah itu ganjil dan menyukai yang ganjil.
- Penebus Dosa: Dengan mengerjakan sholat witir, diharapkan dosa-dosa kecil dapat diampuni.
- Mendapat Ampunan: Pelaku sholat witir yang khusyuk dan ikhlas akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
- Bagian dari Sunnah Muakkadah: Sholat witir termasuk sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan dan jarang ditinggalkan oleh Rasulullah SAW.
Lafal Doa Setelah Sholat Witir
Setelah menunaikan sholat witir, ada doa khusus yang sangat dianjurkan untuk dibaca. Doa ini merupakan permohonan ampunan, pujian kepada Allah, dan harapan akan rahmat-Nya. Berikut adalah lafal doa setelah sholat witir yang umum diamalkan, lengkap dengan tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya.
Doa Pertama
Doa ini merupakan salah satu yang paling sering dibaca setelah sholat witir, mengandung pujian dan permohonan ampunan.
Tulisan Arab
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
Tulisan Latin
"Subhanal Malikil Quddus"
Terjemahan
"Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Maha Suci."
Doa ini dibaca sebanyak tiga kali, dengan suara yang lebih dikeraskan pada bacaan yang ketiga. Ini adalah sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Doa Kedua
Setelah membaca "Subhanal Malikil Quddus" sebanyak tiga kali, dilanjutkan dengan doa berikut yang lebih panjang, berisi permohonan ampunan dan rahmat.
Tulisan Arab
اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Tulisan Latin
"Allaahumma inni a’udzu biridhooka min sakhotik, wa bi mu’aafaatika min ‘uquubatika, wa a’udzu bika minka, laa uhshii tsanaa’an ‘alaika, anta kamaa atsnaita ‘alaa nafsik."
Terjemahan
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian atas-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri."
Doa ini mengajarkan kita untuk senantiasa berlindung kepada Allah dari segala bentuk kemurkaan dan hukuman-Nya. Ini juga merupakan pengakuan akan keagungan Allah yang tak terhingga, di mana pujian terbaik hanya bisa datang dari diri-Nya sendiri.
Doa Ketiga (Doa Kamilin)
Ada juga doa lain yang sering dibaca setelah sholat witir, dikenal dengan Doa Kamilin. Doa ini lebih panjang dan mencakup permohonan yang lebih luas, termasuk permohonan kebaikan dunia dan akhirat.
Tulisan Arab
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَبِالنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرِ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنٍ، مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا، ذٰلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، سُبْحَانَكَ اللّٰهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Tulisan Latin
"Allaahummaj’alnaa bil iimaani kaamiliin, wa lil faraa’idhi mu’addiyyiin, wa lish-shalaati haafizhiin, wa liz-zakaati faa’iliin, wa limaa ‘indaka thaalibiin, wa li ‘afwika raajiin, wa bil hudaa mutamassikiin, wa ‘anil laghwi mu’ridhiin, wa fid-dunyaa zaahidiin, wa fil aakhirati raaghibiin, wa bil qadhaa’i raadhiin, wa bin na’maa’i syaakiriin, wa ‘alal balaa’i shaabiriin, wa tahta liwaa’i sayyidinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama yawmal qiyaamati saa’iriin, wa ilal hawdhi waaridiin, wa ilal jannati daakhiliin, wa minan naari naajiin, wa ‘alaa sariiril karaamati qaa’idiin, wa bi huuri ‘iinin mutazawwijiin, wa min sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin, wa min tha’aamil jannati aakiliin, wa min labanin wa ‘asalin mushaffan syaairibiin, bi akwaabin wa abaariiqo wa ka’sin min ma’iin, ma’al ladziina an’amta ‘alaihim minan nabiyyiina wash-shiddiiqiina wasy-syuhadaa’i wash-shaalihiina wa hasuna ulaa’ika rafiiqaa, dzalikal fadhlu minallahi wa kafaa billaahi ‘aliimaa, subhaanakallahumma wa bihamdika asyhadu an laa ilaaha illaa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam, walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin."
Terjemahan
"Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang menunaikan kewajiban-kewajiban, yang menjaga sholat, yang melaksanakan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang teguh pada petunjuk, yang berpaling dari hal-hal yang sia-sia, yang zuhud di dunia, yang rindu kepada akhirat, yang ridha dengan ketentuan-Mu, yang bersyukur atas nikmat-nikmat-Mu, yang sabar atas cobaan, dan yang berjalan di bawah panji Sayyidina Muhammad SAW pada hari kiamat, yang sampai ke telaga, yang masuk surga, yang selamat dari neraka, yang duduk di atas dipan kemuliaan, yang menikah dengan bidadari bermata jeli, yang memakai pakaian dari sutra tipis, sutra tebal, dan brokat, yang makan dari makanan surga, yang minum dari susu dan madu yang bersih, dengan gelas-gelas, kendi-kendi, dan cangkir dari mata air, bersama dengan orang-orang yang Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka dari kalangan para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang shalih, dan mereka adalah sebaik-baik teman. Itulah karunia dari Allah dan cukuplah Allah Maha Mengetahui. Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."
Doa Kamilin ini adalah doa yang sangat komprehensif, mencakup permohonan kebaikan dunia dan akhirat, serta harapan untuk berkumpul bersama para kekasih Allah di surga. Membacanya setelah sholat witir akan menambah keberkahan dan pahala.
Tata Cara Doa Setelah Sholat Witir
Meskipun doa setelah sholat witir adalah sunnah, ada beberapa adab dan tata cara yang dianjurkan untuk diperhatikan agar doa lebih mustajab dan khusyuk.
1. Menghadap Kiblat
Sebagaimana sholat, saat berdoa juga dianjurkan untuk menghadap kiblat. Ini menunjukkan keseriusan dan konsentrasi dalam bermunajat kepada Allah.
2. Mengangkat Kedua Tangan
Mengangkat kedua tangan saat berdoa adalah sunnah yang dianjurkan. Ini adalah gestur kerendahan hati dan permohonan kepada Sang Pencipta. Telapak tangan dapat dibuka ke atas, seolah menadah.
3. Memulai dengan Pujian dan Shalawat
Sebelum memanjatkan doa inti, dianjurkan untuk memulai dengan memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ini adalah adab berdoa yang diajarkan dalam Islam, karena pujian dan shalawat dapat membuka pintu-pintu langit.
- Pujian kepada Allah: Contohnya membaca "Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin" atau "Ya Dzal Jalaali wal Ikram".
- Shalawat kepada Nabi: Contohnya membaca "Allahumma shalli ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘alaa aali Sayyidina Muhammad".
4. Membaca Doa-doa yang Dianjurkan
Setelah pujian dan shalawat, barulah membaca doa-doa setelah sholat witir yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu "Subhanal Malikil Quddus" (tiga kali), dilanjutkan dengan doa perlindungan, dan jika memungkinkan, Doa Kamilin.
5. Mengulang Doa Penting
Beberapa doa, seperti "Subhanal Malikil Quddus", dianjurkan untuk diulang beberapa kali. Mengulang doa menunjukkan kesungguhan dan keinginan kuat dari hamba.
6. Khusyuk dan Penuh Keyakinan
Saat berdoa, penting untuk menjaga kekhusyukan dan keyakinan bahwa Allah pasti akan mengabulkan doa. Hindari tergesa-gesa dan usahakan memahami makna dari setiap lafal yang diucapkan.
7. Mengakhiri dengan Shalawat dan Hamdalah
Sebagaimana memulai, mengakhiri doa juga dianjurkan dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan memuji Allah SWT. Contohnya membaca "Subhaana Rabbika Rabbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, wa salaamun ‘alal mursaliin, walhamdulillahi Rabbil ‘aalamiin."
Adab Berdoa Secara Umum
Selain tata cara khusus setelah sholat witir, ada beberapa adab berdoa secara umum yang juga perlu diperhatikan untuk mendapatkan keberkahan dan kemustajaban doa.
- Berdoa di Waktu Mustajab: Ada beberapa waktu di mana doa lebih berpotensi dikabulkan, seperti sepertiga malam terakhir, antara adzan dan iqamah, saat sujud dalam sholat, setelah sholat fardhu, dan pada hari Jumat.
- Berwudhu: Berdoa dalam keadaan suci (memiliki wudhu) adalah adab yang baik.
- Tidak Tergesa-gesa: Doa membutuhkan kesabaran dan ketenangan. Hindari tergesa-gesa dalam memanjatkan doa.
- Dengan Suara Pelan: Doa sebaiknya dipanjatkan dengan suara yang pelan, tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu lirih, kecuali saat berdoa sendirian.
- Meyakini Pengabulan Doa: Penting untuk memiliki keyakinan penuh bahwa Allah akan mengabulkan doa, meskipun bentuk pengabulannya bisa berbeda dari yang diharapkan.
- Tidak Berdoa untuk Keburukan: Jangan pernah berdoa untuk keburukan diri sendiri, keluarga, atau orang lain.
- Mengulang Permohonan: Jika ada permohonan yang sangat diinginkan, tidak ada salahnya mengulanginya beberapa kali.
- Taubat dan Istighfar: Sebelum berdoa, dianjurkan untuk bertaubat dan memohon ampunan atas dosa-dosa.
Pentingnya Memahami Makna Doa
Membaca doa tidak hanya sebatas melafalkan tulisan Arab atau Latinnya saja. Lebih dari itu, penting untuk memahami makna dari setiap kalimat yang diucapkan. Dengan memahami makna, doa akan terasa lebih meresap ke dalam hati, sehingga kekhusyukan dan penghayatan dapat tercapai. Ini akan menjadikan doa bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan munajat tulus dari lubuk hati yang paling dalam.
Ketika seseorang memahami bahwa ia sedang memuji Allah Yang Maha Merajai dan Maha Suci, atau ketika ia menyadari bahwa ia sedang berlindung dari murka-Nya, maka doa itu akan memiliki kekuatan spiritual yang berbeda. Pemahaman ini akan meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan hamba kepada Rabb-nya.
Kesimpulan
Sholat witir adalah ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar, menjadi penutup sholat malam yang sangat dianjurkan. Setelah menunaikannya, membaca doa-doa khusus adalah amalan yang menyempurnakan ibadah dan mendatangkan banyak keberkahan. Mulai dari "Subhanal Malikil Quddus" yang dibaca tiga kali, hingga doa perlindungan dan Doa Kamilin yang komprehensif, setiap lafal memiliki makna mendalam yang mendekatkan hamba kepada Allah.
Dengan memahami makna, menjaga adab berdoa, serta melaksanakannya dengan khusyuk dan penuh keyakinan, semoga doa-doa kita setelah sholat witir diterima dan menjadi ladang pahala yang tak terhingga. Teruslah beribadah dan berdoa, karena setiap munajat adalah jembatan menuju rahmat dan ampunan-Nya.
Disclaimer: Informasi mengenai tata cara dan lafal doa ini bersumber dari ajaran Islam yang umum diamalkan. Ada kemungkinan sedikit variasi dalam lafal atau urutan doa di berbagai mazhab atau tradisi keagamaan. Disarankan untuk selalu merujuk kepada ulama atau guru agama yang terpercaya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan sesuai dengan konteks pribadi.
FAQ Seputar Doa Setelah Sholat Witir
Apakah hukum membaca doa setelah sholat witir?
Membaca doa setelah sholat witir hukumnya sunnah, artinya dianjurkan dan akan mendapatkan pahala jika dikerjakan, namun tidak berdosa jika ditinggalkan. Amalan ini merupakan penyempurna ibadah sholat witir.
Kapan waktu yang paling utama untuk membaca doa setelah sholat witir?
Doa ini dibaca segera setelah selesai menunaikan sholat witir, yaitu setelah salam. Dianjurkan untuk tidak menunda-nunda pembacaannya.
Apakah boleh membaca doa lain selain yang disebutkan di atas setelah sholat witir?
Tentu saja boleh. Selain doa-doa yang dianjurkan, seseorang bisa memanjatkan doa-doa pribadi sesuai dengan kebutuhan dan hajatnya. Doa-doa yang diajarkan adalah panduan, namun pintu doa selalu terbuka untuk permohonan apapun yang baik.
Jika lupa membaca doa setelah sholat witir, apakah sholatnya sah?
Ya, sholat witirnya tetap sah. Doa setelah sholat witir adalah amalan sunnah, sehingga tidak membatalkan keabsahan sholat jika terlupa atau tidak dibaca. Namun, sangat disayangkan jika melewatkan keutamaan dari doa tersebut.
Apakah ada perbedaan doa setelah sholat witir saat Ramadhan dan di luar Ramadhan?
Secara umum, doa setelah sholat witir yang diajarkan adalah sama, baik saat Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Namun, pada bulan Ramadhan, terutama setelah sholat tarawih yang diakhiri witir, seringkali ditambahkan dengan Doa Kamilin yang lebih panjang, untuk memohon kebaikan dan ampunan di bulan yang mulia tersebut.
Bolehkah membaca doa setelah sholat witir secara berjamaah?
Membaca doa setelah sholat witir secara berjamaah, di mana imam memimpin dan makmum mengamini, adalah praktik yang umum dilakukan di banyak masjid, terutama saat Ramadhan. Ini adalah salah satu bentuk ibadah yang baik dan dianjurkan.
Apakah wanita haid boleh membaca doa setelah sholat witir?
Wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan sholat, termasuk sholat witir. Namun, mereka tetap diperbolehkan membaca doa-doa dan dzikir, termasuk doa setelah sholat witir, karena tidak termasuk dalam kategori ibadah sholat.
Chrysan Kirana adalah alumni Big Four (EY & PwC Indonesia) dengan IPK sempurna 4.00/4.00 di jenjang S1 dan S2 Universitas Multimedia Nusantara. Pengalamannya mencakup Senior Auditor EY (hampir 5 tahun), Accounting Manager Kopi Kenangan, hingga Finance Manager di SIRKA — startup yang didukung Y Combinator (YC S21). Di Desa Keuangan, Chrysan menulis konten tentang akuntansi, laporan keuangan, dan perpajakan untuk UMKM.